Manfaat Kerang untuk Kesehatan Jantung dan Otak
Manfaat Kerang untuk Kesehatan
Kerang adalah sejenis moluska bivalvia dari laut yang memiliki otot bagian dalam yang dapat dimakan dan terbungkus dalam dua cangkang luar. Setelah dimasak, kerang memiliki daging yang berair dan rasa yang sedikit manis, menjadikannya pilihan favorit dalam masakan. Selain lezat, kerang juga dikenal sebagai makanan laut yang kaya akan nutrisi. Berikut empat manfaat utama kerang bagi kesehatan:
1. Meningkatkan Kesehatan Jantung
Kerang merupakan tambahan yang sangat baik untuk diet sehat jantung karena kandungan lemak jenuhnya yang rendah dan kaya akan beragam nutrisi pelindung jantung. Kerang juga merupakan sumber asam lemak omega-3 yang berharga, seperti asam eikosapentaenoat (EPA) dan asam dokosaheksaenoat (DHA). Penelitian menunjukkan bahwa EPA dan DHA memainkan peran penting dalam melawan peradangan, menurunkan kadar trigliserida, dan mencegah pembentukan gumpalan darah.
Karena semua ini, kerang dapat membantu menurunkan risiko penyakit kardiovaskular dan stroke. Selain itu, kerang kaya akan magnesium. Asupan magnesium yang cukup membantu mengatur tekanan darah dan meningkatkan aliran darah dengan merelaksasikan otot-otot yang melapisi dinding pembuluh darah. Kerang juga kaya akan vitamin B12, yang juga dikenal sebagai kobalamin. Kekurangan vitamin B12 berkaitan dengan peningkatan kadar homosistein, asam amino yang dikaitkan dengan peningkatan risiko stroke. Oleh karena itu, konsumsi kerang dapat membantu mencegah kekurangan vitamin B12 dan menurunkan kadar homosistein. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengonfirmasi manfaat vitamin B12 pada kesehatan kardiovaskular.
2. Mendukung Fungsi Otak
Sama seperti jantung, otak bergantung pada asam lemak omega-3 dan vitamin B12 agar berfungsi optimal. Asam lemak omega-3, khususnya DHA, sangat penting untuk struktur dan fungsi sel-sel otak, meningkatkan kinerja kognitif, dan mencegah peradangan di otak. Vitamin B12 berperan dalam menjaga selubung mielin, lapisan pelindung yang melapisi serabut saraf dan memastikan komunikasi yang efisien antar sel-sel otak.
Kerang juga kaya akan kolin, nutrisi peningkat fungsi otak yang serupa dengan keluarga vitamin B. Kolin sangat penting untuk perkembangan otak yang tepat dan produksi asetilkolin, suatu neurotransmitter (pembawa pesan kimia) yang berperan dalam memori, suasana hati, dan sinyal saraf. Penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsumsi kerang, termasuk kerang, dikaitkan dengan penurunan risiko penurunan kognitif dan kematian akibat penyakit Alzheimer.
3. Memperkuat Sistem Kekebalan Tubuh
Meningkatkan pertahanan tubuh terhadap bakteri dan virus membutuhkan mineral peningkat kekebalan tubuh, seperti seng dan selenium. Seng diketahui dapat memperpendek dan meringankan gejala flu biasa dengan mengurangi peradangan dan menghentikan replikasi virus di saluran hidung. Sementara itu, selenium bertindak sebagai antioksidan yang kuat, melindungi sel dari stres oksidatif dan memperkuat fungsi kekebalan tubuh.
Kerang juga mengandung senyawa yang disebut polisakarida gonad kerang (SGP), yang telah terbukti mendukung fungsi kekebalan tubuh dengan mengaktifkan dan meningkatkan jumlah sel kekebalan tubuh. Selain itu, SGP dapat melindungi sel dari kerusakan oksidatif berkat sifat antioksidannya.
4. Membantu Mengelola Berat Badan
Dengan kandungan proteinnya yang tinggi dan jumlah kalori yang rendah, kerang merupakan pilihan yang fantastis untuk mencapai atau mempertahankan berat badan ideal. Setiap porsi kerang mengandung 24 gram protein dan 137 kalori, yang membantu tetap kenyang dan puas sambil mengelola asupan kalori. Asupan protein juga diperlukan untuk menjaga massa otot, terutama selama periode penurunan berat badan.
Ketika tubuh kekurangan protein, tubuh dapat memecah jaringan otot untuk mengakses asam amino, bahan pembangun protein, untuk fungsi tubuh lainnya. Proses ini dapat mengakibatkan hilangnya massa otot yang tidak diinginkan. Oleh karena itu, mengonsumsi protein yang cukup dengan mengonsumsi makanan seperti kerang dapat membantu menjaga massa otot selama upaya penurunan berat badan.

Komentar
Posting Komentar